logo-header

Kanker Darah Multiple Myeloma, Apa Itu?


Masih ingat Ibu Ani Yudhoyono yang dikabarkan menjalani perawatan di Singapura karena kanker darah yang dideritanya? “… ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena blood cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang terkena penyakit itu,” katanya.

 

Ya, begitulah kanker darah. Umumnya penyakit kanker, berkembang tak memiliki gejala. Tahu-tahu sudah stadium lanjut yang menyerang hebat, menyiksa, dan beruntun. Gejala awalnya nyaris seperti tanda-tanda penyakit yang kebanyakan kita rasakan.

 

Namun ada gejala umum kanker darah yang perlu diwaspadai. Seperti; sering berdarah dan memar, rentan terkena infeksi, nyeri sendi dan tulang, serta anemia. Gejala lain; sering mimisan, radang gusi, mual, demam, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, berat badan turun drastis, dan keringat berlebih di malam hari. Pada wanita, kanker darah mungkin menyebabkan haid dengan volume darah berlebih.

 

Kanker darah (kanker hematologi) sendiri merupakan kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kanker darah dimulai dari sumsum tulang, tempat darah diproduksi. Sel-sel kanker mencegah sel-sel darah normal untuk menjalankan fungsinya.

 

Ada 3 jenis kanker darah paling umum, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Leukemia adalah kanker sel darah putih, yang menghentikan sel darah putih dalam melawan infeksi. Ini jenis paling umum dari kanker darah. Ketika seseorang memiliki leukemia, sumsum tulangnya tidak mampu memproduksi sel-sel darah merah yang cukup dan trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh.

 

Kanker darah limfoma berkembang pada limfosit – tipe sel darah putih yang berperan untuk melawan infeksi. Kanker jenis ini juga memengaruhi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian lain dari tubuh. Limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan mengurangi daya tahan tubuh penderita terhadap faktor dari luar yang berbahaya.

 

Sedangkan myeloma adalah jenis kanker yang terbentuk oleh sel plasma ganas. Sel plasma menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin) yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman. Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting. Kanker darah jenis ini mencegah produksi antibodi normal, yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi.

 

MULTIPLE MYELOMA

Jangan pernah anggap remeh jika merasakan nyeri di tulang, karena gejala seperti itu bisa awal kanker multiple myeloma. Kanker  jenis ini umumnya mengenai tulang dan ginjal.

 

Sel myeloma dapat tumbuh subur di sumsum tulang sehingga kondisi tubuh  penderita akan mengalami masalah seperti nyeri tulang, anemia, patah tulang, imunitas menurun, gejala penyakit hypercalcemia, insufisiensi ginjal, dan proteinuria.

 

Gejala multiple myeloma yang dirasakan setiap penderita umumnya berbeda satu dengan lainnya. Seringnya penderita tidak merasakan gejala apa pun. Walau penderitanya relatif sedikit, penyakit ini patut diwaspadai karena termasuk kanker ganas. Karakteristik penyakit ini berhubungan dengan disfungsi organ, seperti ginjal dan tulang.

 

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab multiple myeloma, namun penyakit ini bisa disebabkan oleh radiasi pengion, stimulasi antigenik, virus EB atau sarkoma kaposi yang berhubungan dengan infeksi virus herpes. Penyakit ini juga bisa dikaitkan dengan beberapa sitokin, IL-6 yang merupakan faktor pertumbuhan untuk multiple myeloma.

 

Karena gejalanya tidak spesifik, dokter yang tidak aware mungkin mengira itu hanya nyeri tulang biasa, sesuai keluhan pasien. Kasus multiple myeloma ini termasuk sangat kecil, hanya 1% dari kasus keganasan kanker. Tapi kanker ini berada di urutan ke-2 dari keganasan kanker darah. Terbanyak dari kasus limfoma. Penyakit ini umumnya muncul pada mereka yang berusia lanjut dan hanya 2% yang usianya di bawah 45 tahun.

 

Untuk mengatasi nyeri yang timbul, karena dikira encok misalnya, penderita biasanya meminum obat antinyeri. Ini terkadang menyebabkan kompleksitas sehingga menimbulkan penyakit lain, semisal ginjalnya  jadi korban.

 

Dalam banyak kasus, pasien datang dengan fraktur akan menuju dokter bedah tulang. Tapi pada kondisi yang belum parah, penderita Multiple Myeloma bisa datang ke mana-mana (ke dokter yang sesuai keluhannya), mengingat keluhan yang ditimbulkan beragam.

 

GEJALA UMUM

  • Infeksi. Penderita multiple myeloma rentan mengalami infeksi pernapasan dan infeksi saluran kemih, penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan kematian.
  • Anemia. Sumsum tulang belakang penderita multiple myeloma biasanya mengalami tekanan sehingga mengakibatkan anemia.Gangguan tulang, seperti nyeri tulang, patah tulang, massa lokal, bahkan kelumpuhan.
  • Hiperkalsemia, menunjukkan gejala seperti kelelahan, muntah, sembelit, kebingungan, poliuria, dan gejala lainnya.
  • Hiperviskositas, menunjukkan gejala seperti pusing, tinnitus, vertigo, kelainan jantung, kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, mati rasa pada jari, gagal jantung kronis, dan gejala lainnya. Juga gangguan fungsi ginjal, merasa sangat haus, kehilangan berat badan, sering buang air kecil.

 

PENGOBATAN

Kanker darah myeloma masih mungkin diobati sesuai gejala dan keluhan pasien. Dengan diagnosis dini oleh dokter, kanker darah akan lebih mungkin untuk ditangani.Penangangan kanker darah Multiple myeloma dilakukan kombinasi pengobatan, kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi sel cangkok, dan operasi akan disarankan tergantung seberapa parah kondisi masing-masing pasien.

 

Oleh:

dr. Made Putra Sedana, SpPD, K-HOM

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Darah dan Kanker

Adi Husada Cancer Center Surabaya

 

Artikel ini terbit di Majalah SCG Edisi Maret 2019, halaman 28 - 29

OTHER NEWS & ARTICLES