logo-header

Kemajuan di Bidang Onkologi Surabaya


Kemoterapi merupakan prosedur perawatan paling umum untuk kanker. Tujuan terapi ini untuk menghancurkan sel-sel kanker yang menyerang tubuh, dengan memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh. Obat bisa memperlam­bat maupun menghentikan pertumbuhan sel kanker. Pemberian obat tergantung dari jenis kanker dan stadiumnya.

 

Menurut pakar onkologi Surabaya, dr. Made Putra Sedana, Sp.PD. KHOM, Spesialis Penyakit Darah dan Kanker, kemoterapi yang akrab disingkat kemo memiliki beberapa efek samping. Efek umum yang sering terjadi antara lain mual, muntah, dan rambut rontok. Bahkan, ada pula yang langsung mengena ke sistem tubuh pasien, seperti Haemoglobin (Hb) turun dan lekosit atau sel darah putih) juga turun.

 

“Jumlah normal Hb 4ribu dan bisa saja akibat kemo bisa turun hingga nol koma. Ini yang berbahaya. Tapi yang harus diketahui, tiap pasien berbeda. Tergantung kondisi tubuh, jenis dan stadium kankernya,” ucapnya.

 

Diakui dokter asli Bali ini, belum ada secara teori cara mengurangi efek samping kemo. Hanya, mungkin bisa diminimalisir, salah satunya dengan mengevaluasi kondisi pasien sehari sebelum kemo. Faktor lain yang juga penting yakni pendekatan secara psikologis ke pasien. Ini bisa mengurangi depresi pasien.

 

Setelah dilakukan kemo pun, proses medis tidak berhenti sampai disini. Masih harus diobservasi selama 3 sampai 4 hari setelah kemo. Tujuannya untuk melihat apa efek samping yang terjadi dari kemo, terhadap tubuh pasien.

 

Efek samping dari kemo yang paling tidak disukai pasien, manakala terjadi perubahan yang tampak dari penampilan mereka. Seperti rambut rontok, ataupun yang menyerang mulut seperti sariawan yang berlebih, serta timbulnya bercak berwarna merah kehitaman pada kulit. Pakar ongkologi Surabaya ini juga mengungkapkan “Kalau bercak tidak harus dikhawatirkan berlebihan. Karena, umumnya akan hilang dalam kurun waktu kurang lebih 10 hari. Tergantung pasien. Tapi jika belum juga hilang, jika pasien ingin berkonsultasi dengan ahli kulit, dipersilahkan,”.

 

Pada umumnya, dokter dalam memberi kemo didasari sebuah siklus tertentu. Siklus ini terus dipertahankan selama periode terapi. Melibatkan satu periode berkelanjutan dari terapi diikuti oleh satu periode khusus istirahat. Tiap siklus biasanya berlangsung sebulan atau empat bulan. Misal, seorang pasien dapat menerima satu minggu terapi, diikuti tiga minggu istirahat atau sebaliknya. Periode istirahat ini berguna untuk memberikan tubuh pasien cukup waktu memproduksi sel-sel sehatnya, untuk menggantikan sel yang telah terkena dampak.

OTHER NEWS & ARTICLES