logo-header

Mari Kenali Kanker Esofagus


Kanker dapat menyerang siapa saja dan menjangkiti organ tubuh di mana saja termasuk pada kerongkongan. Kanker Esofagus tepatnya adalah kanker yang menyerang organ tersebut.

 

Kerongkongan yang merupakan saluran makanan yang masuk dari mulut ke dalam perut itu dapat menjadi tempat tumbuhnya sel kanker ganas. Sel tersebut akan membentuk gumpalan jaringan atau tumor di lapisan dalam kerongkongan dan akan tumbuh keluar melalui submukosa yakni lapisan yang membatasai kerongkongan dan tenggorokan, dan lapisan otot kerongkongan.

 

Risiko Apa Yang Dapat Menyebabkan Kanker Esofagus?

Jika bicara soal apa penyebab pasti dari kanker ini memang masih belum diketahui secara pasti. Namun kita bisa melihat faktor apa yang dapat menyebabkan seseorang terjangkit kanker esofagus.

 

  • Gastroesopagheal Reflux Disease (GERD)

GERD merupakan penyakit kronik pada lambung di mana adanya asam dari lambung yang justru kembali ke kerongkongan dan menyebabkan radang. Seseorang dengan kondisi ini memiliki resiko lebih tinggi terjangkit kanker esofagus dengan tipe Adenocarcinoma yang sel kankernya muncul dari sel kelenjar (bagian bawah kerongkongan)

 

  • Barrett Esophagus

GERD yang dibiarkan dan tak diobati sampai jangka waktu yang cukup lama, maka penderitanya akan mengalami kerusakan pada sel yang melapisi kerongkongan. Kerusakan tersebut tak lain diakibatkan oleh asam dari lambung yang terus naik ke kerongkongan. Kondisi abnormal  inilah yang disebut Barret Esopaghus atau Kerongkongan Barrett dan dapat menimbulkan kondisi pra-kanker.

 

  • Achalasia

Bagian bawah kerongkongan yang tidak dapat mengendurkan ototnya secara normal patut diberi perhatian lebih karena merupakan tanda pra-kanker esofagus. Kondisi tersebut diakibatkan karena lapisan pada kerongkoan telah mengalami iritasi.

 

  • Faktor Gaya Hidup

Seseorang dengan gaya hidup yang kurang baik seperti merokok, minum alkohol berlebihan, mengkonsumsi makanan berserat rendah dan kurang sehat sehingga menyebabkan obesitas dapat beresiko terjangkit kanker esofagus.

 

  • Usia

Berdasarkan penelitian, kanker esofagus banyak diderita oleh pasien di atas 55 tahun dan pria memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar dibanding wanita untuk kasus ini.

Gejala apa yang tampak pada penderita Kanker Esofagus?

Mengenali gejala dan tanda-tanda seseorang sedang terjangkiti kanker esofagus dapat mencegahnya dari stadium lanjut. Seorang yang menderita kanker esofagus pada stadium awal (in situ) dapat diberi penanganan lebih serius karena sel-sel kanker yang telah menempel di permukaan kerongkongnan belum menembus hingga lapisan dalam. Berikut beberapa gejala yang dapat dikenali :

 

  • Disfagia atau susah menelan adalah gejala pertama yang dapat dikenali. Susah menelan yang cenderung sakit ini disebabkan oleh tumor yang muncul pada kerongkongan sehingga mengalami penyempitan. Apabila situasi ini berangsur memburuk, penderita bahkan akan mengalami kesulitan untuk minum.

  • Tenggorokan sakit dan sering mengalami tersedak saat menelan makanan

  • Dada terasa nyeri seperti tertekan atau terbakar

  • Gangguan pencernaan yang mengakibatkan mual hingga muntah darah pada kondisi yang parah

  • Berat badan turun secara dratis dan kehilangan nafsu makan

  • Suara menjadi serak, parau disertai batuk yang cukup lama

 

Bagaimana mendiagnosis adanya Kanker Esofagus?

Seseorang yang berkecenderungan menderita kanker esofagus dengan merasakan gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, maka harus ditangani lebih serius. Pengujian untuk menentukan apakah seseorang tersebut benar menderita kanker esofagus atau tidak dapat dilakukan dengan beberapa tes atau kombinasi dari beberapa tes seperti berikut :

 

  • Rontgen

Diagnosis dengan cara ini bertujuan untuk mengambil gambar pada kerongkongan agar dapat ditandai bagian-bagian mana yang mengalami kelainan. Untuk kasus kanker esofagus, seseorang yang sedang menjalani proses rontgen akan diminta untuk menelan larutan barium sehingga akan tampak daerah penyumbatan pada foto rontgen.

  • Endoskopi

Endoskopi adalah prosedur dengan menggunakan tabung tipis yang diujungnya terpasang dengan kamera video untuk memeriksa saluran pencernaan. Alat tersebut akan dimasukkan melalui mulut dan kemudian ke kerongkongan guna melihat kondisi jaringan kerongkongan secara langsung.

  • CT - Scan

Prosedur ini menggunakan sinar-x dan teknologi komputer digital untuk menghasilkan gambar baik 2D maupun 3D yang dipindai dari bagian tubuh yang mengalami kelainan. Pemindaian tersebut antara lain pada bagian perut dada atau area tubuh lain untuk mengetahui penyebaran sel kanker.

  • Positron Emission Tomography (PET)

PET dilakukan untuk menentukan stadium kanker yang diderita oleh seseorang saat sel kanker sudah ditemukan di dalam tubuh

 

Sebagai pusat penanganan kanker terpadu, Adi Husada Cancer Center Surabaya, Jawa Timur memberi penanganan pada banyak kasus kanker, salah satunya yakni kanker esofagus yang tentunya membutuhkan pengobatan dan perawatan intensif.

Beberapa pilihan pengobatan dapat mengobati kanker esofagus, terutama jika kanker dapat ditemukan masih pada stadium awal dengan mendiagnosis penderita dengan beberapa prosedur yang telah dijelaskan di atas.

 

Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan pada kasus kanker esofagus ini antara lain :

 

  • Pembedahan

Bagian kerongkongan yang telah terjangkit dan diserang oleh sel-sel kanker akan dibedah dan dilakukan pengangkatan baik sebagian atau seluruh bagian kerongkongan tepat di titik-titik di mana telah ditemukan sel kanker

  • Kemoterapi

Pengobatan ini menggunakan obat-obatan keras yang menghancurkan sel kanker yang telah menyebar dengan ganas

  • Terapi radiasi

Dengan sinar kuat tertentu, cara ini dapat membakar dan menghancurkan sel-sel kanker

  • Terapi Fotodinamis

Pengobatan dengan menggunakan laser guna menghancurkan sel kanker yang masih muda

  • Electrocoagulation

Arus listrik digunakan sebagai alat untuk menghancurkan sel kanker jinak


 

Referensi :

National Cancer Institute: PDQ Esophageal cancer treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. Date last modified 2/1/2013. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/esophageal/HealthProfessional. Accessed February 4, 2013.

https://www.docdoc.com/id/info/condition/kanker-kerongkongan/

Das A. Tumors of the esophagus. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 46.

OTHER NEWS & ARTICLES