logo-header

Mari Kenali Kanker Ovarium


Kanker ovarium atau kanker indung telur menduduki peringkat ketiga setelah kanker payudara yang paling sering menyerang wanita. Kanker yang tumbuh pada indung telur atau ovarium ini umumnya menjangkiti seseorang di atas 50 tahun atau setelah memasuki masa menopause. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengenali kanker ini agar lebih waspada dan dapat melakukan tindakan antisipatif.

Apa Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium?

Hampir sama seperti kanker pada umumnya, bahwa tidak diketahui pasti mengenai penyebab adanya kanker ovarium. Namun beberapa faktor berikut ini diduga dapat meningkatkan risiko seorang wanita terjangkit kanker ini.

 

1. Usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada wanita di kelompok usia. Namun pada wanita berusia 50 tahun ke atas rentan mengidap kanker jenis ini.

 

2. Riwayat keluarga

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi apabila terdapat anggota keluarga yang terkena kanker ovarium atau kanker payudara.

 

3. Terapi hormon estrogen

Wanita yang pernah melakukan terapi pengganti hormon estrogen dalam jangka waktu yang lama serta dosis tinggi, lebih beresiko terjangkit kanker ovarium dibanding dengan wanita yang tidak pernah melakukannya.

 

4. Ovulasi

Pelepasan telur selama ovulasi yang umumnya dialami oleh wanita setiap bulannya diduga menyebabkan beberapa kerusakan pada ovarium. Dengan kata lain risiko lebih tinggi dialami oleh wanita yang tidak pernah hamil. Karena ovulasi dapat berhenti secara alami selama kehamilan dan menyusui.

 

5. Gaya hidup

Memiliki pola makan yang kurang sehat dapat menyebabkan obesitas. Obesitas pada wanita justru dapat meningkatkan risiko terkena kanker ini. Selain itu gaya hidup seperti merokok dapat meningkatkan faktor tersebut.

 

6. Menjalani terapi kesuburan

 

7. Menggunakan alat kontrasepsi IUD

 

Waspadai Gejala Kanker Ovarium

Menurut American Cancer Society (ACS), sekitar 94% wanita dengan kanker ovarium dapat bertahan hingga 5 tahun lebih lama apabila gejalanya dapat terdeteksi sedini mungkin. Adi Husada Cancer Center Surabaya Jawa Timur (AHCC) sebagai pusat penanganan kanker mengajak kita untuk mewaspadai apa saja gejala kanker ovarium.

1. Pendarahan

Terjadinya pendarahan di luar siklus menstruasi atau bahkan dialami setelah wanita mengalami menopause adalah salah satu gejala kanker ovarium. Pendarahan tidak teratur tersebut sering terjadi pada wanita yang mengalami tumor stroma ovarium.

 

2. Perut kembung dan bengkak

Mengalami perut kembung dalam waktu yang cukup lama bisa menjadi gejala kanker ini. Seringkali wanita mengabaikan perut yang terasa kembung atau penuh sesak karena merasa hal tersebut wajar akibat menstruasi atau diet yang sedang dijalani. Penumpukan cairan pada perut atau yang disebut asites akan dialami penderita kanker ovarium yang menyebabkan pembengkakan pada perut seperti sedang hamil.

 

3. Kram perut

Tumor yang tumbuh di daerah panggul akan menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah. Rasa tidak nyaman tersebut seperti rasa kram yang dialami wanita saat menstruasi. Hal tersebut terkadang dianggap biasa. Padahal bisa jadi salah satu gejala adanya sel kanker pada area indung telur.

 

4. Sakit punggung

Penumpukan cairan dan penyebaran tumor di perut dan panggul bagian bawah dapat menyebabkan nyeri punggung. Kita patut mencurigai jika nyeri punggung yang terjadi tidak berhubungan dengan aktivitas fisik yang berat atau melelahkan.

 

5. Sesak napas

Ketika tumor tumbuh dan mulai membesar, paru-paru menjadi ikut terangkat sehingga membuat napas tidak lancar dan terasa sesak.

 

6. Gangguan pencernaan

Selain merasa kembung, penderita juga akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Gangguan pencernaan bisa berlangsung cukup lama yakni berbulan-bulan. Hal tersebut dikarenakan penumpukan gas di perut.

 

7. Sering buang air kecil

Apabila sel kanker telah membesar dan menekan dinding kandung kemih bagian luar maka seseorang akan lebih sering buang air kecil.

 

Bagaimana Mendiagnosis Kanker Ovarium?

Diagnosa dapat dilakukan berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan keluarga serta hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lebih lanjut seperti USG, tes laboratorium atau biopsi akan dilakukan untuk memperkuat diagnosis.

 

1. Pemeriksaan ultasonografi (USG)

USG akan dilakukan pada bagian perut bawah serta organ reproduksi. Dengan cara memindai menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi maka akan diketahui bentuk, ukuran dan struktur ovarium.

 

2. Tes Laboratorium

Tes laboratorium dilakukan untuk mendeteksi zat yang dilepaskan kanker ovarium ke darah yaitu CA-125 (penanda tumor). Kadar CA-125 yang tinggi bisa mengindikasikan adanya kanker ovarium pada seseorang. CA-125 akan meningkat pada lebih dari 80% dari wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut dan pada sekitar 50% dari wanita dengan kanker ovarium dini.

 

Pengobatan Kanker Ovarium

Adi Husada Cancer Center Surabaya Jawa Timur (AHCC) akan memberi penanganan yang intensif dan disesuaikan pada setiap kasus kanker ovarium yang dialami oleh masing-masing pasien. Pemberian penanganan dan pengobatan berdasarkan atas stadium kanker, kondisi kesehatan dan keinginan penderita untuk memiliki keturunan. Penanganan utama yang diberikan pada penderita kanker ovarium adalah melalui operasi, kemoterapi dan radiasi. Setelah melakukan pengobatan maka dokter spesialis kami akan tetap melakukan monitoring secara berkala yakni dua sampai tiga bulan.

 

Referensi :
Mayo Clinic (2014). Diseases & Conditios. Ovarian cancer.
WebMD. Ovarian Cancer. Guide. What Increases Your Risk.
World Cancer Research Fund International (2015). Cancer facts & figures. Ovarian cancer statistics.

 

OTHER NEWS & ARTICLES